CARA MENGATASI RUAM POPOK PADA BAYI

CARA MENGATASI RUAM POPOK PADA BAYI

Bunda, Apakah Bayi Bunda sedang mengalami masalah ruam popok? Ruam popok adalah salah satu masalah yang paling sering dikeluhkan oleh orang tua. Ruam popok menempati urutan atas penyebab bayi rewel karena tidak nyaman. Tidak peduli seberapa hati-hati Bunda, si kecil Bunda mungkin akan mengalami ruam popok suatu saat. Bahkan Bayi dapat mengalaminya beberapa kali atau berulang. Tentu Bunda tidak ingin hal itu terjadi pada Bayi Bunda kan? Melalui artikel ini kami akan mencoba menjelaskan seluk beluk mengenai permasalahan tersebut.

Saat ini sudah banyak sekali jenis krim yang dapat digunakan untuk mengobati ruam popok. Dan produk-produk itu sudah tersedia di minimarket dan baby shop sehingga mudah dijangkau sehingga Bunda tidak perlu khawatir lagi.

Berikut beberapa penyebab terjadinya ruam popok pada bayi :

  1. Bayi menggunakan popok terlalu lama sehingga popok basah dan menyebabkan kulit bayi lembab dan kotor
  2. Kulit bayi bergesekan dengan popok, Hal ini terjadi saat bayi sedang bergerak. Kulit nya yang sensitive akan bergesekan dengan popok yang dapat menyebabkan perlukaan
  3. Ruam popok juga sering terjadi saat Bayi Bunda mnegalami infeksi Jamur
  4. Selain itu juga terjadi karena Bayi Bunda terkena infeksi bakteri
  5. Kulit bayi yang senisitif dapat menyebabkan Bayi Bunda memiliki reaksi alergi terhadap popok yang dipakainya.

Bayi akan lebih sering mengalami Ruam popok Ketika :

  1. Usia bayi semakin besar, yaitu antara usia 9 dan 12 bulan
  2. Popok bayi tidak diganti Ketika hendak tidur sehingga bayi tidur dengan popok yang kotor
  3. Ketika popok bayi terlalu lama dipakai, terutama saat bayi BAB
  4. Saat Bayi mengalami diare
  5. Disaat bayi mulai makan makanan padat
  6. Bayi sedang minum antibiotik, atau jika Bunda minum antibiotik dan sedang menyusui

CARA MENCEGAH RUAM POPOK

 

Cara mengatasi Ruam Popok pada Bayi
Cara mengatasi Ruam Popok pada Bayi

Berikut adalah cara yang dapat bunda lalukan untuk mewncegah terjadinya ruam popok :

  1. Ganti lah atau pilihlah popok kain dari bahan yang mudah menyerap cairan namun memiliki sirkulasi udara yang baik.
  2. BIla bunda menggunakan popok sekali pakai, dapat dicoba dengan mengganti merk popok. Karena bahan untuk membuat popok berbeda-beda antara satu merk dengan merk lain.

Bunda dapat mencoba menggunakan popok sekali pakai yang khusus untuk kulit sensitive, hal ini akan sangat membantu

  1. Apabila bunda menggunakan popok kain, ganti deterjen Bunda. Pilih deterjen yang ringan dan hipoalergenik. Atau tambahkan setengah cangkir cuka ke siklus bilas.

CARA MENGATASI RUAM POPOK PADA BAYI

Bila Bayi anda mengalami hal ini, Bunda tidak perlu khawatir berlebih. Di sini kami akan membahas bagaimana cara mengatasi ruam popok tersebut. Yuk kita simak Tips berikut ini :

Berikut kami sertakan beberapa bahan yang dapat membantu Bunda untuk mengatasi Ruam popok ini.

  1. Krim atau salep dengan seng oksida (ZnO) atau petrolatum (petroleum jelly)

Cara penggunaan nya dengan cara meratakan ke bagian bawah bayi yang bersih dan kering sebelum memakai popok bersih.

  1. Bedak Bayi, namun saat menggunakan bedak bayi sebaiknya harus hati-hati, dan jauhkan dari wajah Bayi Bunda karena dapat menyebabkan masalah pernapasan

Selain bedak, dapat menggunakan tepung kanji. Bedak atau tepung jagung

Namun saat menggunakan bedak ini tidak boleh terlalu banyak, dan diusahakan pantat bayi selalu kering gdan tidak lembab.

  1. Krim antijamur, produk ini dipakai jika bayi Bunda mengalami infeksi jamur
  2. Antibiotik topikal atau oral, jika bayi Bunda mengalami infeksi bakteri

Catatan penting yaitu, Hindari penggunaan krim steroid seperti hidrokortison, betametason, clobetason (kecuali atas resep dari dokter). Hal ini dikarenakan produk-produk tersebut dapat memperparah Ruam popok bila dipakai dengan cara yang benar dan dosis yang tidak tepat.

Cara Mengatasi Ruam Popok pada bayi
Cara Mengatasi Ruam Popok pada bayi

Berikut adalah langkah-langkah yang dapat bunda lakukan untuk mencegah ruam popok:

  1. Selalu mencuci tangan Bunda sebelum dan sesudah setiap mengganti popok.
  2. Periksa popok bayi Bunda sesering mungkin, dan gantilah segera setelah basah atau kotor.
  3. Gunakan air biasa saat membersihkan kotoran bayi
  4. Tepuk-tepuk area tersebut dengan lembut hingga bersih dan kering, hindari menggosok area tersebut
  5. Jika Bunda menggunakan tisu, pilih yang lembut. Cobalah untuk menghindari tisu dengan wewangian atau alcohol
  6. Bunda dapat menggunakan waslap yang bersih dan lembut.
  7. Pastikan area tersebut bersih dan benar benar kering saat akan memakaikan popok yang baru

Ruam yang Parah perlu treatment tang ekstra dan waktu yang tidak cepat. Cobalah beberapa tips berikut :

  1. Cobalah memakain botol semprot berisi air untuk membersihkan area popok dan hindari menggosok nya, cukup ditepuk tepuk lembut saja
  2. Pada saat Ruam popok semakin parah, Biarkan bayi Bunda bebas popok sebanyak dan Selama yang Bunda bisa. Sirkulasi udara yang baik dapat mempercepat penyembuhan ruam popok tersebut
  3. Segera ganti popok bayi Ketika bayi buang air kecil atau BAB

KAPAN KITA MEMBAWA KE DOKTER?

Bilas semakin hari ruam yang terjadi semakin parah, tentu Bunda harus membawa Bayi Bunda untuk konsultasi ke dokter. Nah kapan waktu yang tepat untuk konsultasi ke dokter ?

  1. Ruam bertambah parah atau tidak terjadi perubahan saat sudah melkuakan pengobatan senidir dalam 2-3 hari
  2. Bayi Bunda demam atau tampak lesu dan rewel karena perih
  3. Terdapat benjolan kuning berisi cairan (pustula) dan area berkerak berwarna madu. Ini mungkin infeksi bakteri yang membutuhkan antibiotik
  4. Bunda melihat gejala infeksi jamur
  5. Ruam merah bengkak dengan sisik putih dan lesi
  6. Jerawat merah kecil di luar area popok
  7. Kemerahan pada lipatan kulit bayi Bunda

Baik Bunda, itu tadi sedikit tips cara mencegah dan mengatasi ruam popok pada baik. Cukup sekian terima kasih, Semoga Bunda dan keluarga selalu diberi Kesehatan, SALAM SEHAT.

Baca juga :

Cara Ampuh Mengatasi Gigitan Serangga Pada Bayi Dan Anak.

Cara Cepat Mengatasi Sembelit Pada Bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.