Mengatasi Mual dan Muntah pada Bayi

Mengatasi Mual dan Muntah pada Bayi

Mual Muntah adalah keadaan yang sering terjadi pada bayi. Umumnya muntah terjadi sebagai peranda ada nya permasalahan yang terjadi terutama di pencernaan bayi. Apakah itu kekenyangan atau pun alergi makanan. Untuk mengatasi hal itu mari kita bahas Bersama mengenai Cara Mengatasi Mual Muntah pada Bayi.

Mengatasi Mual dan Muntah pada Bayi
Mengatasi Mual dan Muntah pada Bayi

Apa Saja Penyebab Muntah?

  1. Gastritis virus

Infeksi perut dari virus perut adalah penyebab paling umum. Disebut juga flu perut. Penyebab umum adalah Rotavirus. Penyakit ini dimulai dengan muntah. Kotoran encer encer dapat mengikuti dalam waktu 12-24 jam.

  1. Alergi makanan

Muntah bisa menjadi satu-satunya gejala reaksi makanan. Muntah datang dengan cepat setelah makan makanan. Jarang terjadi pada bayi, tetapi makanan utamanya adalah telur dan selai kacang.

  1. Batuk

Batuk yang keras dan durasi batuk yang Panjang juga dapat menyebabkan anak Bunda muntah.

  1. Penyebab Serius

Muntah saja akan berhenti dalam waktu sekitar 24 jam. Jika berlangsung lebih dari 24 jam, Bunda harus memikirkan penyebab yang lebih serius. Contohnya adalah infeksi ginjal. Penyebab serius pada bayi muda adalah stenosis pilorus.

Apa saja penyebab Stenosis Pilorus

  • Penyebab paling umum dari muntah sejati pada bayi muda.
  • Onset muntah pada usia 2 minggu sampai 2 bulan
  • Muntah sangat kuat. Itu menjadi proyektil dan menembak keluar.
  • Tepat setelah muntah, bayi lapar dan ingin menyusu. (“muntah lapar”)
  • Penyebab: Pilorus adalah saluran antara lambung dan usus. Pada bayi-bayi ini, itu menjadi sempit dan ketat.
  • Risiko: Penurunan berat badan atau dehidrasi
  • Pengobatan: Disembuhkan dengan operasi.

Risiko utama muntah adalah dehidrasi. Dehidrasi berarti tubuh kehilangan terlalu banyak cairan. Dimana apabila Semakin muda anak tersebut maka, semakin besar pula risiko dehidrasi.

Apa Saja Gejala Dehidrasi itu?

  • Risiko utama muntah adalah dehidrasi. Dehidrasi berarti tubuh kehilangan terlalu banyak air
  • Muntah disertai dengan diare cair adalah penyebab paling umum dari dehidrasi.
  • Dehidrasi adalah alasan untuk segera menemui dokter.
  • Anak Bunda mungkin mengalami dehidrasi jika tidak minum banyak cairan dan:
  • Urin berwarna kuning gelap dan tidak keluar lebih dari 8 jam.
  • Pada Bagian dalam dari mulut dan lidah terlihat sangat kering.
  • Tidak ada air mata jika anak Bunda menangis.
  • Aliran Darah melambat, ini dapat di lihat dengan cara tekan bagian kuku anak Bunda hingga terlihat pucat dan kemudian lepaskan. Dalam keadaan normal kuku akan cepat Kembali berwarna merah yang tandanya aliran darah lancer. Dalam kondisi dehidrasi, warna kuku akan lama berubah mendjadi merah atau tetap pucat.

Adapun Saran Perawatan untuk Muntah, Sebagai Berikut :

1. Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Muntah:

  • Kebanyakan muntah disebabkan oleh infeksi virus pada lambung.
  • Muntah adalah cara tubuh melindungi usus bagian bawah.
  • Kabar baiknya adalah bahwa penyakit perut hanya berlangsung dalam waktu singkat.
  • Risiko utama muntah adalah dehidrasi. Dehidrasi berarti tubuh kehilangan terlalu banyak cairan.
  • Berikut adalah beberapa saran perawatan yang akan membantu.

2. Bayi yang Disusui Formula, Berikan Oral Rehydration Solution (ORS) selama 8 Jam:

  • Jika muntah sekali, berikan setengah dari jumlah biasa setiap 1 sampai 2 jam.
  • Jika muntah lebih dari sekali, berikan oralit selama 8 jam. Jika Bunda tidak memiliki oralit, gunakan formula sampai Bunda bisa mendapatkannya.
  • Oralit adalah cairan khusus yang dapat membantu anak Bunda tetap terhidrasi. Bunda dapat menggunakan Pedialyte atau merek toko ORS. Itu bisa dibeli di toko makanan atau toko obat.
  • Suapi dalam jumlah kecil tetapi sering. Berikan oralit pada bayi Bunda 1-2 sendok teh (5-10 ml) setiap 5 menit.
  • Setelah 4 jam tanpa muntah, gandakan jumlahnya.
  • Kembali ke Rumus. Setelah 8 jam tanpa muntah, kembali ke formula biasa.

3. Bayi yang Disusui , dapat dikurangi Jumlah porsi makananya:

  • Jika muntah satu kali,yaitu memberikan setengah dari waktu reguler setiap 1 sampai 2 jam.
  • Jika muntah lebih dari sekali, memberikan selama 5 menit setiap 30 sampai 60 menit. Setelah 4 jam tanpa muntah, kembali ke menyusui biasa.
  • Jika terus muntah, ganti dengan ASI yang dipompa. (ORS jarang diperlukan pada bayi yang disusui. Dapat digunakan jika muntah bertambah parah).
  • Sendok digunakan untuk memberi makan sejumlah kecil susu yang dipompa. Berikan 1-2 sendok the asi yg telah dipompa (5-10 ml) setiap 5 menit.
  • Setelah 4 jam tanpa muntah, kembali menyusui secara teratur pada payudara. Mulailah dengan menyusui kecil selama 5 menit setiap 30 menit. Saat bayi Bunda mengurangi jumlah yang lebih kecil, perlahan berikan lebih banyak.

4. Hentikan Semua Makanan Padat:

  • Hindari semua makanan padat dan makanan bayi pada anak yang sedang muntah.
  • Setelah 8 jam tanpa muntah, tambahkan kembali secara bertahap.
  • Jika pada makanan padat, mulailah dengan makanan bertepung yang mudah dicerna. Contohnya adalah sereal, kerupuk dan roti.

5. Jangan Memberi Obat:

  • Berhenti menggunakan obat apa pun yang dijual bebas selama 8 jam. Alasan: Beberapa di antaranya dapat memperburuk muntah.
  • Demam ringan tidak perlu diobati dengan obat apapun. Untuk demam yang lebih tinggi, Bunda dapat menggunakan supositoria acetaminophen. Ini adalah bentuk obat yang Bunda masukkan ke dalam rektum (bawah). Mintalah bantuan apoteker untuk menemukan produk ini. Jangan gunakan ibuprofen. Itu bisa mengganggu perut.
  • Hubungi dokter Bunda jika: Anak Bunda memuntahkan obat yang dipesan oleh dokter Bunda.

6. Cobalah Untuk Membuatnya Tidur:

  • Bantu anak Bunda tertidur selama beberapa jam.
  • Alasan: Tidur sering mengosongkan perut dan menghilangkan kebutuhan untuk muntah.
  • Anak Bunda tidak perlu minum apa pun jika perutnya terasa sakit dan tidak ada diare.

    Apakah Tujuan dalam mengobati muntah ini ?

  • Selama 3 atau 4 jam pertama, anak Bunda mungkin memuntahkan semuanya. Kemudian perut menjadi tenang.
  • Muntah karena penyakit virus sering berhenti dalam 12 sampai 24 jam.
  • Muntah dan mual ringan dapat berlangsung hingga 3 hari.

    Hubungi Dokter Bunda Jika:

  • Muntah cairan bening selama lebih dari 8 jam
  • Muntah berlangsung lebih dari 24 jam
  • Darah atau empedu (warna hijau) pada muntahnya
  • Sakit perut hadir saat tidak muntah
  • Dehidrasi dicurigai (tidak ada urin dalam lebih dari 8 jam, urin gelap, mulut sangat kering, dan tidak ada air mata)
  • Bunda pikir anak Bunda perlu dilihat
  • Anak Bunda menjadi lebih buruk

Jadi, bila buah hati anda mengalami muntah sebaiknya tetap tenang dan jangan panik. Sebaiknya kita amati terlebih dahulu bagaimana progress sakitnya. Bila ada beberapa tanda dehidrasi seperti tidak keluar urin selama 12 jam. Saat bayi menangis tetapi tidak keluar air mata, lemas itu tandanya bayi anda dehidrasi.

Cukup sekian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat dan salam sehat..

Baca juga: Aturan Minum dan Dosis Ambroxol yang ampuh untuk mengobati Batuk

Leave a Reply

Your email address will not be published.