Perkembangan Janin pada Trisemester Ketiga

Perkembangan Janin pada Trisemester Ketiga

Masa kehamilan selama 9 bulan, dibagi menjadi bebrapa trisemester. Yaitu trisemester pertama, kedua dan ketiga. Setelah pada artikel sebelunya sudah kita bahas menengenai trisemester pertama dan kedua, kali ini kita akan mencoba membahas mengenai trisemester terakhir pada Kehamilan yaitu trimester ketiga. Trisemester ketiga ini dimulai pada ,minggu ke 28 sampai 42 minggu.

Pada masa ini ada beberapa hal yang Bunda harus ketahui, yaitu :

  • Berat badanmu
  • Tekanan darah Bunda
  • Protein Urin, adanya protein dalam tubuh merupakan indikasi atau tanda preeklamsia atau toksemia.
  • Kadar Gula darah, apabila nilainya melebihi normal bisa jadi merupakan tanda hiperglikemia / diabetes
  • Posisi Janin
  • Pertumbuhan, dan perkembangan janin
  • Detak jantung janin

Saat Bunda memasuki trimester ketiga, dokter atau bidan Bunda akan mengubah jadwal kunjungan atau jadwal periksa Bunda dari setiap bulan menjadi setiap 2 minggu atau bahkan 1 minggu sekali di bulan terakhir.

Pada sekitar minggu ke-38 kehamilan, dokter Bunda akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mengetahui pelebaran dan penipisan serviks. Dokter atau bidan Bunda akan bertanya tentang kontraksi apa pun. Mereka juga akan mulai membuka pembicaraan dengan Bunda mengenai tentang prosedur persalinan dan melahirkan.

Perkembangan Janin pada Trisemester Ketiga
Perkembangan Janin pada Trisemester Ketiga

Apa yang diharapkan selama trimester ketiga?

Pada trisemester ini Bunda bersiap-siap untuk menghadapi kelahiran bayi Bunda. Janinakan  terus tumbuh dan bertambah berat dan ukuran nya, dan sistem tubuh bayi akan semakin matang. Bunda mungkin akan merasa lebih tidak nyaman di trisemester ini seiring bertambahnya ukuran bayi. Berat badan Bunda juga akan terus bertambah berat lebih cepat dan beberapa ibu hamil mulai mengalami kontraksi persalinan palsu (kontraksi Braxton-Hicks).

Selama trimester ketiga bunda bisa mulai mengambil kelas persalinan untuk bersiap-siap menghadapi hari besar. Apalagi jika ini adalah kehamilan pertama Bunda. Kelas yang dapat diikuti seperti yoga prenatal, senam Hamil, persiapan untuk kelahiran. Selain itu bunda juga dapat mulai mengikuti seminar seminar tentang menyusui. Menyusui adalah yang terbaik untuk bayi Bunda. Karena ASI memiliki manfaat yang sangat besar untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

Selama trimester ketiga, janin terus tumbuh dalam ukuran dan berat. Paru-paru masih matang. Janin mulai memposisikan dirinya dengan kepala menunduk. Pada akhir trimester ketiga, panjang janin sekitar 45 hingga 52 cm dan beratnya sekitar 2,5 – 3 kg. Perkembangan janin selama trimester ketiga meliputi:

  • Janin dapat melihat dan mendengar.
  • Otak terus berkembang.
  • Ginjal dan paru-paru terus matang.
  • Pada minggu ke-36, kepala mungkin akan turun ke daerah panggul.
  • Tulang tengkorak tetap lunak agar lebih mudah melewati jalan lahir.
  • Bagi banyak bayi, iris mata berwarna biru tua. Warna mata permanen akan muncul sampai beberapa hari atau minggu setelah lahir.
  • Janin dapat menghisap ibu jarinya dan dapat menangis.
  • Pada minggu ke 38 sampai 40, lanugo janin hampir semuanya hilang.
  • Pada minggu ke 38 hingga 40, paru-paru telah matang sepenuhnya.
  • Bayi ditutupi vernix caseosa (atau hanya disebut vernix). Ini adalah lapisan pelindung krim pada kulit.
  • Kepala akan sering mengarah ke bawah selama beberapa minggu terakhir kehamilan.
Perkembangan Janin pada Trisemester Ketiga
Perkembangan Janin pada Trisemester Ketiga

Perubahan yang terjadi dalam tubuh Bunda

Pada trimester ketiga, Bunda mungkin menjadi lebih tidak nyaman karena Hari Perkiraan Lahir (HPL) Bunda semakin dekat. Saat janin tumbuh dalam ukuran dan memadati rongga perut, Bunda mungkin kesulitan mengambil napas dalam-dalam atau merasa kurang nyaman di malam hari untuk tidur. Atau Bunda akan merasa cemas menunggu kedatangan putra atau putri baru Bunda.

Berikut adalah perubahan dan gejala yang mungkin Bunda alami selama trimester ketiga:

  • Peningkatan suhu kulit saat janin memancarkan panas tubuh, menyebabkan Bunda merasa panas.
  • Bunda akan mengalami buang air kecil lebih sering karena peningkatan tekanan pada kandung kemih.
  • Pembengkakan pada pergelangan kaki, tangan, dan wajah (edema) saat Bunda terus menahan cairan.
  • Rambut mungkin mulai tumbuh di lengan, kaki, dan wajah Bunda karena hormon merangsang folikel rambut. Rambut Bunda mungkin juga terasa lebih kasar.
  • Kram kaki mungkin lebih sering terjadi.
  • Kontraksi Persalinan palsu (kontraksi Braxton-Hicks) dapat dimulai pada interval yang tidak teratur dalam persiapan untuk melahirkan.
  • Stretch mark mungkin muncul di perut, payudara, paha, dan bokong.
  • Kolostrum mungkin mulai keluar dari puting Bunda. Ini adalah cairan di payudara yang memberi nutrisi pada bayi sampai ASI tersedia.
  • Kulit kering dan gatal dapat berlanjut, terutama di perut. Ini karena kulit terus tumbuh dan meregang.
  • Dorongan seksual Bunda mungkin turun.
  • Pigmentasi kulit mungkin menjadi lebih jelas. Bunda mungkin memiliki bercak-bercak hitam pada kulit di wajah Bunda.
  • Sembelit, mulas, dan gangguan pencernaan dapat berlanjut.
  • Keputihan berwarna putih (leukorea) dapat meningkat dan mengandung lebih banyak lendir.
  • Sakit punggung dapat berlanjut dan menjadi lebih buruk.
  • Wasir dapat berlanjut dan memburuk.
  • Varises di kaki dapat berlanjut dan memburuk.

Sekian Artikel mengenai Perkembangan Janin yang terjadi pada Trisemester Ketiga.  Semoga Bermanfaat dan Bunda diberikan kehamilan yang bahagia dan sehat. Serta diberikan kemudahan saat hari persalinan tiba.

Baca juga :

Tanda persalinan yang Wajib Bunda Ketahui

Kondisi dan Perkembangan Janin yang harus diketahui pada Trisemester Kedua

Leave a Reply

Your email address will not be published.