TANDA TANDA BAYI DEHIDRASI KARENA DIARE

TANDA TANDA BAYI DEHIDRASI KARENA DIARE.

Pernahkah anak bunda megalami diare? Diare bisa terjadi pada siapa saja, kapan saja dan dimana saja baik pada anak-anak maupun orang yang sudah dewasa. Sebelum kita bahas lebih jauh sebaiknya kita harus tau apa itu diare. Diare adalah penyakit yang bisa membuat penderitanya menjadi sering buang air besar dengan kondisi tinja yang encer atau berair. Diare biasanya terjadi karena mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh virus, bakteri, atau parasit.

Diare sering terjadi pada bayi dan itu adalah sesuatu yang normal. Si kecil baru mulai mengeksplorasi makanan dan masih membiasakan diri dengan pencernaannya. Tapi terlalu banyak diare dapat menyebabkan terlalu banyak kehilangan cairan untuk bayi kecil.

Jika bayi Bunda mengalami diare yang sangat parah, perhatikan efek samping yang serius seperti dehidrasi. Ini terkadang bisa terjadi pada bayi karena mereka sangat kecil. Dehidrasi bisa sangat berisiko jika bayi Bunda mengalami diare dan juga muntah atau demam. Tanda umum terjadinya dehidrasi pada bayi adalah:

  1. Mulut kering, kulit kering,
  2. Tidak mau makan,
  3. Makan hanya sedikit,
  4. Rewel
  5. menangis tanpa meneteskan air mata,
  6. Tangisan lemah,
  7. Mata cekung,
  8. Mengantuk atau terlihat lemah dan lemas,
  9. Frekuensi buang air kecil berkurang

SEGERA Hubungi dokter Bunda atau SEGERA bawa bayi Bunda ke IGD jika bayi Bunda memiliki gejala dehidrasi akibat diare  tersebut.

Penanganan Pertama Bayi Diare

Bunda tidak selalu dapat menghentikan atau mencegah diare pada bayi Bunda, tetapi Bunda dapat membantu membuat si kecil agar lebih nyaman. Bunda juga dapat mencegah dehidrasi dan komplikasi lain di rumah.

Dalam kebanyakan kasus, diare bayi sembuh dengan sendirinya dan bayi Bunda tidak memerlukan perawatan medis. Inilah yang dapat Bunda lakukan di rumah ketika si kecil mengalami diare:

  1. Jaga agar bayi Bunda tidak dehidrasi. Tetap menyusui jika Bunda menyusui. Dan susui sesering mungkin. Jika Bunda memberi susu formula, buatlah susu formula seperti biasa dan berikan makanan bayi Bunda.
  2. Berikan Oralite pada bayi . Ini dapat membantu menggantikan cairan dan garam yang hilang saat bayi mengalami diare.

Bunda dapat memuat sendiri cairan oralit di rumah atau membeli sediaan oralit di Apotek dan Toko Obat terdekat.  Berikut cara membuat oralit di rumah :

  1. Siapkan gelas, sendok, air hangat, gula Pasir dan garam
  2. Masukkan satu sendok teh gula pasir, yang kemudian ditambahkan dengan seperempat sendok teh garam
  3. Aduk hingga merata, dan berikan kepada bayi bunda
  4. Ganti popok bayi Bunda sesering mungkin. usahakan untuk menjaganya agar selalu kering untuk mencegah ruam popok. Karena bayi yang mengalami diare biasanya sangat rentan terkena ruam Popok
  5. Jika si kecil sudah makan makanan padat, beri mereka sedikit makanan yang dapat membantu meredakan diare. Diantaranya adalah: Biscuit, sereal, Semacam spageti, pisang

Makanan Yang Harus Dihindari Anak Saat DIARE

Saat Si Kecil terkena diare ada bebrerapa makanan yang harus dihindari karena makanan tersebut dapat memperburuk diare, seperti:

  1. Susu sapi, selain susu formulanya
  2. Jus apel dan jus buah lainnya
  3. Gorengan
  4. Makanan pedas
  5. Minuman olahraga yang dibuat untuk orang dewasa
  6. Hati – hati penggunaan obat antidiare pada anak, konsultasikan terlebuh dahulu kepada Apoteker atau dokter terlebih dahulu.

Bila anak Diare, Kapan Harus Ke Dokter ?

  1. Bila kondisi semakin parah,

Segera Hubungi dokter Bunda jika bayi Bunda mengalami diare parah, atau buang air besar encer lebih dari 10 kali dalam sehari.

  1. Terdapat Tanda Dehidrasi seperti : Mulut kering, kulit kering, Tidak mau makan, Makan hanya sedikit, Rewel, menangis tanpa meneteskan air mata, Tangisan lemah, Mata cekung, Mengantuk atau terlihat lemah dan lemas, Frekuensi Buang Air Kecil berkurang
  2. Terdapat perubahan warna pada kotoran atau tinja bayi.

Dua warna yang harus diwaspadai adalah warna kotoran bayi (dan orang dewasa) atau diare adalah putih dan merah. Segera hubungi dokter anak Bunda jika Bunda melihat warna-warna ini di popok si kecil.

  1. Kotoran yang sangat ringan atau putih. Diare atau kotoran merah bisa berarti ada pendarahan di dalam.
  2. Si kecil demam dan muntah Hebat, hal ini dapat membuat bayi dehidrasi

Diare sering terjadi pada bayi. Meskipun diare bayi bisa menjadi rasa sakit bagi Bunda dan si kecil, biasanya diare akan hilang dengan sendirinya. Sebagian besar penyebab diare pada bayi tidak memerlukan pengobatan.

Bunda dapat menjaga bayi Bunda agar tetap nyaman dan terhindar dari dehidrasi di rumah sampai serangan diare berlalu. Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, diare dapat berlangsung lebih lama dari biasanya. Hubungi dokter anak Bunda jika bayi Bunda mengalami diare yang parah atau diare yang tidak kunjung membaik setelah 24 jam.

Sekian Artikel kami mengenai diare pada anak dan bayi. Terima Kasih,  Semoga bermanfaat, dan SALAM SEHAT!

Baca juga :

Cara Ampuh Mengatasi Gigitan Serangga Pada Bayi Dan Anak.

Cara Cepat Mengatasi Sembelit Pada Bayi.

Leave a Reply

Your email address will not be published.