Cara mengatasi penyakit kuning pada bayi yang baru lahir

Bayi baru lahir terlihat kuning? Apakah ini normal? Mari kita bahas mengenai warna kuning pada kulit bayi yang baru lahir.

Warna kuning pada kulit bayi baru lahir adalah menguningnya kulit dan mata bayi. Penyakit kuning pada bayi baru lahir sangat biasa dan umum dapat terjadi, hal ini dikarenakan ketika bayi memiliki kadar bilirubin yang tinggi, pigmen kuning yang dihasilkan selama pemecahan normal sel darah merah.

Secara normal, hati akan memproses bilirubin, yang kemudian melewatinya melalui saluran usus. Namun, hati bayi baru lahir yang masih berkembang kemungkinan hati nya belum cukup matang untuk mengeluarkan bilirubin.

Dalam beberapa kasus, penyakit kuning ini akan hilang dengan sendirinya saat hati bayi berkembang dan saat bayi mulai menyusu, dimana air susu akan membantu bilirubin melewati tubuh.

Berikut gejala penyakit kuning pada bayi yang baru lahir

  1. Menguningnya kulit dan mata bayi. Warna kuning pada kulit dan bola mata mungkin keluar dalam 2 hingga 4 hari setelah lahir. Pada awalnya hanya pada wajah bayi, namun lama kelamaan akan menyebar ke seluruh tubuh.
  2. Pada hari ke 3 hingga 7 hari setelah lahir biasanya kadar bilirubin akan mencapai puncak
  3. Pada jari tangan bayi ketika di beri sedikit tekanan akan menimbulkan warna kuning.

    PENYAKIT KUNING PADA BAYI BARU LAHIR
    PENYAKIT KUNING PADA BAYI BARU LAHIR

Kapankah saat yang tepat untuk ke dokter?

Sebagian besar kasus penyakit kuning adalah normal, tetapi terkadang penyakit kuning dapat mengindikasikan kondisi medis tertentu. Penyakit kuning yang parah juga meningkatkan risiko bilirubin masuk ke otak, hal ini dapat menyebabkan kerusakan otak permanen.

Hubungi dokter Bunda jika Bunda melihat gejala berikut:

  1. Penyakit kuning menyebar atau warna kuning pada kulit menjadi lebih intens.
  2. Bayi Bunda mengalami demam di atas 38 ┬░ C
  3. Warna kuning bayi Bunda semakin kuat.
  4. Bayi Bunda menyusu dengan kurang baik, tampak lemah lesu, dan membuat tangisan bernada tinggi.

Bagaimana penyakit kuning pada bayi baru lahir didiagnosis?

Rumah sakit memulangkan sebagian besar ibu dan bayi baru lahir dalam waktu 72 jam setelah melahirkan. Sangat penting bagi orang tua untuk membawa bayi mereka untuk pemeriksaan beberapa hari setelah lahir karena kadar bilirubin memuncak antara 3 hingga 7 hari setelah lahir.

Pewarnaan kuning yang berbeda menegaskan bahwa bayi menderita penyakit kuning, tetapi tes tambahan mungkin diperlukan untuk menentukan tingkat keparahan penyakit kuning.

Bayi yang baru lahir 24 jam bila memiliki warna kulit yang kuning berbeda dari normal harus segera diukur kadar bilirubinnya, dan harus dilakukan tes kulit atau tes darah.

Tes darah tambahan sangat diperlukan untuk melihat apakah penyakit kuning pada bayi disebabkan oleh kondisi medis tertentu yang menyebabkannya. Tes yang perlu dilakukan adalah pemeriksaan darah lengkap, golongan darah, dan ketidakcocokan faktor Rhesus (Rh).

Tes tambahan yang harus dilakuakn adalah tes Coombs, tes ini dilakukan untuk memeriksa peningkatan kerusakan sel darah merah.

Bagaimana pengobatan penyakit kuning pada bayi baru lahir?

Penyakit kuning ringan biasanya akan hilang dengan sendirinya saat hati bayi mulai normal metbolisme nya. Pemberian ASI yang lebih sering akan sangat membantu bayi mengeluarkan bilirubin melalui tubuh mereka.

Sun Bathing (Berjemur) di pagi hari juga sangat membantu untuk mengurangi warna kuning pada bayi. Menjemur bayi pada pagi hari dapat dilakukan sebelum jam 9 atau 10 pagi. Tergantung intensitas cahaya matahari pada daerah tersebut.

PENYAKIT KUNING PADA BAYI BARU LAHIR
PENYAKIT KUNING PADA BAYI BARU LAHIR

Apabila Penyakit kuning yang terjadi  lebih parah mungkin memerlukan perawatan lain seperti fototerapi. Fototerapi adalah metode perawatan yang umum dan sangat efektif yang menggunakan cahaya untuk memecah bilirubin dalam tubuh bayi Bunda. Berikut cara melakukan fototerapi:

Bayi Bunda akan ditempatkan di tempat tidur khusus di bawah cahaya spektrum biru sambil hanya mengenakan popok dan kacamata pelindung khusus. Selimut serat optik juga dapat ditempatkan di bawah bayi Bunda.

Pada bayi dengan kasus yang sangat parah, diperlukan tranfusi darah kepada bayi tersebut. Tranfusi ini dilakukan untuk menggantikan darah bayi yang rusak dengan sel darah merah yang sehat. Selain itu tranfusi juga dilakukan untuk meningkatkan jumlah sel darah merah bayi dan mengurangi kadar bilirubin.

Cara mencegah Penyakit kuning pada Bayi

  1. Selama Hamil

Saat Hamil pencegahan penyakit kuning pada bayi mungkin tidak ada hal yang spesifik dilakukan. Mungkin Selama kehamilan, Bunda dapat melakukan tes golongan darah.

Kemudian, setelah lahir golongan darah bayi Bunda akan diuji, jika perlu, untuk menyingkirkan kemungkinan ketidakcocokan golongan darah yang dapat menyebabkan penyakit kuning pada bayi baru lahir. Bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan ibunya dapat mengembangkan penumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merahnya dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara tiba-tiba.

  1. Setelah Lahir

Apabila bayi Bunda menderita penyakit kuning, ada beberapa cara untuk mencegahnya agar tidak menjadi lebih parah:

  1. Pastikan bayi Bunda mendapatkan nutrisi yang cukup melalui ASI. Berikan asi setidaknya setiap 2 jam untuk memastikan bayi Bunda tidak mengalami dehidrasi.Hal ini membantu bilirubin melewati tubuh mereka lebih cepat dan terbuang melalui urin dan feses

Jadi meskipun Bayi Bunda tidur harus dibangunkan untuk minum susu.

  1. Bila Bunda tidak menyusui, berikan susu formula kepada bayi Bunda setiap 2 hingga 3 jam selama minggu pertama. Bayi prematur atau bayi yang lebih kecil mungkin mengonsumsi susu formula dalam jumlah yang lebih sedikit, seperti halnya bayi yang juga menerima ASI. Bicaralah dengan dokter Anak Bunda jika Bunda khawatir bayi Bunda mengonsumsi terlalu sedikit atau terlalu banyak susu formula, atau jika mereka tidak mau bangun untuk menyusu setidaknya 8 kali per 24 jam.
  2. Selalu amati dan pantau bayi Bunda dengan hati-hati selama lima hari pertama kehidupan untuk gejala penyakit kuning, seperti kulit dan mata yang menguning.
  3. Jika bayi Bunda memiliki gejala penyakit kuning, segera hubungi dokter Anak Bunda.

Hal yang perlu diperhatikan saat bayi terlihat Kuning :

  1. Dalam kebanyakan kasus, penyakit kuning akan hilang dalam waktu 2 sampai 3 minggu. Penyakit kuning yang berlangsung lebih dari 3 minggu mungkin merupakan gejala dari kondisi yang mendasarinya.
  2. Selain itu, kadar bilirubin yang tinggi dapat menempatkan bayi pada risiko ketulian, cerebral palsy, atau bentuk kerusakan otak lainnya.
  3. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan agar semua bayi yang baru lahir diperiksa untuk penyakit kuning sebelum keluar dari rumah sakit dan lagi ketika bayi berusia antara 3 dan 5 hari.

Faktor Resiko Bayi Kuning :

  1. Bayi yang berisiko tinggi terkena penyakit kuning pada bayi baru lahir adalah:
  2. Bayi prematur (bayi yang lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu)
  3. Bayi yang tidak mendapatkan cukup ASI atau susu formula, baik karena mereka kesulitan menyusu atau karena ASI belum keluar
  4. Bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan golongan darah ibunya

Bayi yang golongan darahnya tidak sesuai dengan ibunya dapat mengembangkan penumpukan antibodi yang dapat menghancurkan sel darah merahnya dan menyebabkan peningkatan kadar bilirubin secara tiba-tiba.

Kondisi medis lain yang menyebabkaan penyakit kuning pada bayi baru lahir meliputi:

  1. Memar saat lahir atau pendarahan internal lainnya
  2. Masalah hati
  3. Sebuah infeksi
  4. Kekurangan enzim
  5. Kelainan pada sel darah merah bayi Bunda

Baik Bunda, itu tadi sedikit mengenai gejala, penyebab dan cara menangani bayi dengan penyakit kuning. Semoga bermanfaat. Cukup sekian terima kasih, Semoga Bunda dan keluarga selalu diberi Kesehatan, SALAM SEHAT

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *